Fish

Sabtu, 28 Januari 2012

TEKNIK BIMBINGAN KELOMPOK


  1. Pendahuluan
Prinsip utama dalam penggunaan metode adalah keluwesan dalam pemilihan dan penggunaannya yang disesuaikan dengan kondisi baru dan perubahan-perubahan yang dihadapi.
Jadi teknik-teknik bimbingan kelompok adalah cara-cara bagaimana kegiatan bimbingan kelompok dilaksanakan
Kegiatan bimbingan kelompok menggunakan basis kurikuler dan sebagian besar kegiatannya berupa kegiatan di kelas dengan menggunakan kegiatan pemberian informasi, tanya jawab, diskusi, dan kegiatan latihan dalam kelompok-kelompok kecil, maka aktivitas siswa dalam kegiatan-kegiatan itu sangat penting.
Teknik bukan merupakan tujuan tetapi hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan bimbingan.Dalam bab ini akan dibahas beberapa teknik yang biasa digunakan dalam pelaksanaan bimbingan kelompok, yaitu antara lain:
    • Pemberian informasi atau ekspositori
    • Diskusi kelompok
    • Pemecahan masalah
    • Penciptaan suasana kekeluargaan
    • Permainan peranan
    • Karyawisata
    • Permainan simulasi
  1. Teknik pemberian informasi
Teknik pemberian informasi tidak asing lagi bagi kita karena sering juga disebut dengan metode ceramah, yaitu pemberian penjelasan oleh seseorang pembicara kepada sekelompok pendenggar. Bisa juga diberikan secara tertulis misal pada papan bimbingan, majalah sekolah, rekaman, selebaran,vedeo, dan film.
Pelaksanaan teknik pemberian informasi mencakup tiga hal
1.      perencanaan
2.      pelaksanaan
3.      penilaian (Jascobsen,dkk.1985 dalam Tatiek Romlah MA)
keuntungan-keuntungan teknik pemberian informasi : dapat melayani banyak orang, tidak membutuhkan banyaaak orang sehingga efisien, tidak terlalu banyak menggunakan fasilitas untuk melaksanakannya,mudah dilaksanakan, jika pembicara pandai menggunakan gambar dengan kata-kata bahannya akan menjadi menarik.
Kelemahanya teknik pemberihan informasi adalah: bisanya ada pertolongan sehingga membosankan, individu yang mendengar kurang aktif, memerlukan keterampilan untuk berbicara supaya penjelasan menjadi menarik.
Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan pemberian informasi:
1.      perlu dipikirkan dulu apakah cara yang digunakan tepat untuk diberikan pada individu-individu yang dibimbing
2.      menyiapkan bahan informasi sebaik-baiknya
3.      menyiapkan bahan sendiri sehingga sipelajar dapat mempelajarinya
4.      usahakan berbagai variasi penyampaian agar pendengar menjadi lebih aktif.
5.      gunakan berbagai alat bantu yang dapat memperjelas pengertian pendengar terhadap bahan yang disampaikan.

  1. Diskusi kelompok
Diskusi kelompok adalah : percakapan yang sudah direncanakan antara tiga orang atau lebih dengan tujuan untuk memecahkan masalah atau untuk memperjelas suatu persoalan, dibawah pimpinan seorang pemimpin.
  1. Teknik pemecahan masalah
Teknik pemecahan masalah mengajarkan pada individu bagaimana memecahkan masalah secara sistematis. Langkah-langkah pemecahan masalah secara sistematis adalah :
1.      Mengidenfikasi dan merumuskan masalah
2.      Mencari sumber dan memperkirakan sebab-sebab masalah
3.      Mencari alternatif pemecahan masalah
4.      Menguji kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan masing-masing alternatif
5.      Memilih dan melaksanakan alternatif yang paling menguntungkan
6.      mengadakan penilaian terhadap hasil yang dicapai (Zastrow, 1987 dalam Tatiek Romlah MA)
  1. Permainan Peranan
Istilah permainan peranan mempunyai empat macam arti
1.      besifat sandiwara
2.      sesuatu yang bersifat sosiologis, atau pola-pola perilaku yang ditentukan oleh norma-norma sosial
3.      suatu perilaku tiruan atau perilaku tipuan dimana seseorang berusaha memperbodoh orang lain dengan jalan berperilaku yang berlawanan dengan apa yang sebenarnya diharapkan, dirasakan atau diinginkan
4.      sesuatu yang berkaitan dengan pendidikan
  1. Permainan Simulasi
Bermain adalah suatu aktivitas yang menyenangkan, ringan, bersifat kompetitif, atau kedua-duanya. Jadi permainan dapat disebut sebagai alat untuk mengembangkan pengenalan terhadap lingkungan. Menurut adams (1973) dalam tatiek romlah permainan simulasi adalah permainan yang dimaksudkan untuk merefleksikan situasi-situasi yang terdapat dalam kehidupan yang sebenarnya.
  1. teknik penciptaan suasana kekeluargaan
penggunaan teknik homoroom untuk bimbingan kelompok mempunyai beberapa keuntungan. Pietrofesa,dkk(1980) dalam tatiek romlah mengemukakan keuntungan-keuntungannya adalah sebagai berikut:
a)      karena siswa mengikuti kigiatan “homeroom” yang dipimpin oleh guru atau konselor tertentu selama satu tahun atau lebih maka kontiniutas dan kemajuan kegiatan bimbingan dapat direncanakan dengan lebih baik.
b)      Waktu yang lama dalam mengikuti kegiatan “homeroom” memungkinkan untuk membina kepercayaan dan kohesivitas kelompok, yang merupakan elemen-elemen penting untuk bimbingan kelompok yang efektif
c)      Bila kegiatan homeroom diorganisasikan sesuai dengan tingkat kelas siswa, maka dapat diprogramkan kegiatan-kegiatan bimbingan kelompok yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa.
d)     Apabilah struktur kegiatan homeroom dilaksanakan di seluruh sekolah, ,maka program kegiatan bimbingan yang terkoordinasi dapat dilaksanakan.


  1. Karyawisata
Karyawisata adalah kegiatan yang diprogramkan oleh sekolah untuk mengunjungi obyek-objek yang ada kaitannya dengan bidang studi yang dipelajari siswa, dan dilaksanakan untuk tujuan belajar secara khusus.[1]

Teknik dan Keterampilan
Untuk memberikan layanan yang efektif, guru perlu menguasai teknik-teknik dan keterampilan dasar sebagai berikut. Teknik dan keterampilan di bawah ini bisa diperoleh
melalui pelatihan yang sistematis, bersinambungan disertai dengan membaca buku-buku yang relevan, studi komparasi perlu pula dilakukan. Beberapa keterampilan dasar yang perlu dikuasai oleh guru dalam pelaksanaan bimbingan dan atau konseling kelompok sama dengan keterampilan yang harus dikuasai dalam rangka pelaksanaan konseling individual, yaitu meliputi (a) Bertanya, (b) Mendengarkan, menafsirkan dan merespon secara tepat, (c) Memotivasi dan memberi penguatan, (d) Menunjukkan sikap empatik, (e) Memberkan klarifikasi dan Merangkum, (f) Memberikan nasihat atau informasi, (g) Menggambarkan dan memberikan contoh, (h) Memecahkan masalah, (i) Menangani konflik interpersonal.
               Contoh Format Bimbingan Kelompok Apabila dilaksanakan di SD
A. Topik : Pengembangan Konsep Diri
B. Kelas : 5/6
C. Jumlah Anggota Kelompok : 3 – 5 orang siswa
D. Judul Pelajaran : “Saya senang pada diri saya karena saya bisa ..”
E. Tujuan : Membantu siswa mengenal kekuatan dan
Kelemahan diri sendiri
F. Teknik : Diskusi Kelompok Kecil
G. Bahan yang Diperlukan : Selembar kertas, pesil/ ball pen
H. Waktu : 10 – 20 menit
I. Tempat : Ruangan Kelas
J. Prosedur Kegiatan :
1) siswa dibentuk ke dalam kelompok kecil (3 anggota)
2) siswa diminta untuk mengeluarkan satu lebar kertas
3) siswa diberi penjelasan tentang prosedur kegiatan yang akan dilakukan
4) siswa diberi contoh tentang cara membuat pernyataan
“Saya senang pada diri saya karena saya bisa ………..”
5) siswa disuruh untuk membuat sebanyak mungkin pernyataan dalam
waktu 5 menit
6) siswa disuruh untuk membacakan pernyataannya secara bergiliran
7) siswa disuruh saling bertanya-jawab
K. Tindak Lanjut : Siswa diminta untuk membuat pernyataan
“Saya tidak senang pada diri saya karena saya tidak
bisa ……… dan saya ingin ……”
LEMBAR TUGAS
Untuk memantapkan pemahaman Anda, lakukan simulasi dengan prosedur sebagai berikut:
LATIHAN I : 30 menit
1. Bagilah anggota kelas ini ke dalam empat/lima kelompok diskusi
2. Setiap kelompok membagi diri menjadi dua sub kelompok, subkelompok A dan
sub kelompok B.
3. Sub kelompok A menceritakan pengalaman melaksanakan bimbingan
kelompok atau konseling kelompok di sekolahnya masing-masing.
4. Sub kelompok B memberi tanggapan terhadap: (a) sejauhmana kesesuaiannya
dengan konsep yang dipelajari dalam penataran ini, (b) mengidentifikasi faktorfaktor
yang mendukung dan menghambat penerapan konsep bimbingan dan
atau konseling kelompok di sekolah;
5. Laporkan hasil diskusi kepada pelatih
LATIHAN II : 45 menit
1. Buatlah kelompok simulasi, masing-masing terdiri dari 10 orang
2. Struktur setiap kelompok adalah: satu orang bertindak sebagai guru guru, enam orang
sebagai terbimbing, dan tiga orang sebagai pengamat;
3. Guru guru dan terbimbing mensimulasikan pase pembukaan konseling kelompok,
usahakan agar mendekati konsep di atas, sementara pengamat memperhatikan dengan
cermat, dan mencatat hal yang sesuai dan yang belum;
4. Setiap kelompok mendiskusikan proses simulasi tersebut, dimana setiap komponen
kelompok saling memberi balikan.
5. Laporkan proses dan hasil diskusi tersebut kepada pelatih.
LEMBAR EVALUASI
1. Jelaskan dengan kata-kata sendiri: (a) hakikat bimbingan dan konseling
kelompok, (b) jelaskan sekurang-kurangnya 5 tujuan bimbingan dan
konseling kelompok
2. Bedakan dengan jelas antara bimbingan kelompok dan konseling
kelompok
3. Jelasakan masing-masing 5 kelebihan dan kelemahan teknik kelompok
4. Kemukakan sedikitnya 5 prinsip operasional bimbingan dan konseling
kelompok
5. Jelaskan tujuan pokok setiap langkah prosedur kelompok dan apa yang
harus dilakukan oleh guru guru
6. Jelaskan bagaimana pengelolaan bimbingan dan konseling kelompok
dalam program BK secara keseluruhan
7. Sebutkan 5 keterampilan dasar lalu jelaskan tujuannya pengunaannya
di dalam pembukaan prosedur kelompok, dan jelaskan pula 3 teknik
bimbingan dan konseling kelompok yang Anda kuasai.
SELAMAT BEKERJA![2]










Sumber
Tatiek Romlah. Teori dan Praktek Bimbingan Kelompok. ( Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.1989 ).
http://file.upi.edu/Direktori/A%20%20FIP/JUR.%20PSIKOLOGI%20PEND%20DAN%20BIMBINGAN/195808161985031%20-%20AGUS%20TAUFIQ/BIMBINGAN%20KELOMPOK%20DI%20SD.pdf


[1] Tatiek Romlah. Teori dan Praktek Bimbingan Kelompok. ( Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.1989 ). Hal 137
[2]http://file.upi.edu/Direktori/A%20%20FIP/JUR.%20PSIKOLOGI%20PEND%20DAN%20BIMBINGAN/195808161985031%20-%20AGUS%20TAUFIQ/BIMBINGAN%20KELOMPOK%20DI%20SD.pdf



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar